BREAKING NEWS

 


Lestarikan Budaya, Disporapar Aceh Utara Hidupkan Layang Tunang dan Lomba Egrang di Milad ke-800 Samudera Pasai




Aceh Utara I Gebrak24.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Aceh Utara menggelar perlombaan permainan tradisional berskala besar. Dua olahraga rakyat, yakni layang tunang (layang-layang tradisional) dan ek geunteut (egrang), sukses menarik perhatian masyarakat. Acara ini digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-800 Kerajaan Samudera Pasai. 

Kepala Disporaparekraf Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd. melalui Kepala Bidang Olahraga Disporapar Aceh Utara, Zulfikar, menyampaikan bahwa kompetisi layang tunang ini disambut antusias. Perlombaan diikuti oleh perwakilan dari seluruh wilayah di Aceh Utara.

"Perlombaan ini diikuti oleh perwakilan dari setiap kecamatan yang ada di Aceh Utara. Total ada 27 peserta yang mewakili kecamatannya masing-masing," ujar Zulfikar. 

 Selain kategori umum, panitia juga menyediakan panggung khusus bagi generasi muda. Sebanyak 50 peserta dari jenjang SMP dan SMA dengan batasan usia maksimal 19 tahun ikut memeriahkan langit Aceh Utara dengan layang-layang tradisional mereka. Tidak kalah seru, perlombaan ek geunteut atau egrang juga menjadi pusat perhatian pada Rabu (9/9/2026). 

Adapun juara layang tunang, juara 1, 2 dan 3 masing-masing Fajar (kecamatan Syamtalira Aron) , Ari maulana (Kecamatan Syamtalira Bayu) dan Said Iqramullah (Kecamatan Dewantara). Sedangkan cabang Engran, juara 1, 2 dan 3 masing-masing diraih Muhammad Ikbar (SMAN 2 Sawang), Ahmad Rafi Akbar (SMAN 1 Lhoksukon) dan Fajar Ramadhan (SMAN 1 Dewantara). 

Permainan rakyat yang menguji keseimbangan dan kecepatan ini berlangsung sengit. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Fajar Ramadhan, pelajar dari SMA Negeri 1 Dewantara, yang sukses merebut peringkat ketiga


Menunggangi egrang kayu bukanlah perkara mudah. Peserta harus berjalan cepat dengan langkah terukur di atas pijakan tinggi. Hilang fokus sedikit saja bisa membuat mereka terjatuh. Namun, Fajar berhasil mengatasi tekanan tersebut hingga garis finish. 

 Kepala SMAN 1 Dewantara, Jalaluddin, S.Pd., mengaku sangat bangga atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa ruang belajar siswa tidak terbatas di dalam kelas. 

 "Keberhasilan Fajar menunjukkan bahwa potensi siswa juga bisa muncul dari keberanian mengikuti kegiatan luar akademik. Pihak sekolah akan terus mendukung penuh siswa yang punya minat dan bakat untuk berprestasi," kata Jalaluddin.

Perayaan delapan abad Samudera Pasai ini membuktikan bahwa sejarah tidak hanya dirayakan lewat seminar, tetapi juga lewat ruang gembira permainan rakyat. Melalui ajang ini, Disporapar Aceh Utara berharap permainan masa kecil seperti layang tunang dan ek geunteut tetap hidup, eksis, dan dicintai oleh generasi masa depan Aceh.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image