Melirik Hotel Syariah Grand Jamee
Keberadaan hotel dengan layanan berkualitas akan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi dan bisnis. Sehingga kota Medan hari ke hari semakin berkembang
Seperti kita ketahui sejak masa Kolonial Belanda hingga kemerdekaan, hotel terus tumbuh. Misalnya Hotel de Boer dari restoran pada tahun 1899 lalu menjadi hotel tahun 1909 oleh Aeint Herman de Boer.
Hotel ini menjadi tempat menginap utama kaum elite kolonial sebelum dinasionalisasikan pada tahun 1959 Tak hanya itu beberapa bangunan hotel lama peninggalan masa lalu di Medan kental dengan nuansa arsitektur kolonial.
Lantas di era modern atau sekitar tahun 2000-an muncul hotel berbintang menyusul masuknya jaringan internasional. Lihat saja hotel-hotel mewah jaringan global tumbuh pesat di Kota Medan.
Tak heran pertumbuhan hotel diiringi jumlah kamar hotel termasuk layanan berkualitas. Kondisi ini akan diikuti kegiatan ekonomi, perdagangan regional, serta meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Bukankah Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya. Bisnis perhotelan memegang peran penting dalam memajukan industri pariwisata di kota Medan.
Lantas melirik.Hotel SYRIAH GRAND JAMEE yang dibangun pada tahun 2010 terus meningkatkan layanan. Hotel Syariah Grand Jamee berlokasi di bilangan Jalan Arteri Ringroad atau Jalan Gagak Hitam No 92 Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan
Kini Grand Jamee yang berlokasi cukup strategis memiliki 87 kamar, siap memberi layanan prima kepada tamu (Jamee).Apakah pelaku bisnis dari dalam maupun luar kota. Bahkan tamu dari Banda Aceh, Bireuen, Lhokseumawe, maupun kota lain seperti Pematang Siantar, Brastagi dan lainnya sering menginap di Grand Jamee.
"Ya, soalnya, Grand Jamee menawarkan harga kamar sangat terjangkau bagi wisatawan atau tamu lainnya yang mencari akomodasi berkualitas di Medan," tutur GM Hotel Syariah Grand Jamee, Saniah Simamora kepada awak media ini di Medan, Kamis 10/9/2026.
Grand Jamee katanya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan yang tinggi bagi para tamu. Hal ini tentu dapat dilakukan dengan memahami kebutuhan para tamu atau pelanggan.
"Itu sebabnya kami melatih tim kami secara rutin, serta memanfaatkan teknologi pendukung sehingga kepuasan pelanggan mudah-mudahan terpenuhi dengan baik," ujar Saniah seraya menyebutkan Type Kamar yaitu Standart 32 Room, Superior 19 Room, Deluxe 23 Room dan Suite 13 Room
Sementara kapasitas Aula terdiri Home Teather 300 Pax dan Classroom 250 Pax. Grand Jamee juga menyediakan Paket Weedding, Meeting Room, Birthday.
Grand Jamee yang memiliki restauran juga siap menyajikan aneka kuliner termasuk makanan khas Aceh sehingga memberi kepuasan tersendiri bagi pelanggan hotel.
Tak hanya itu Saniah juga menggambarkan lokasi Hotel Syariah Grand Jamee dengan Bandara Internasional Kuala Namu Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara hanya berjarak sekitar 28 km.
"Kalau kita ke bandara boleh naik bus, taxi atau kereta api. Begitu pula bila dari Grand Jamee ke Stasiun Kereta Api cuma berjarak sekitar 8 km. Boleh naik taxi atau ojol. Jadi gampang mau bepergian ke mana-mana,* papar Saniah.
Sementara itu praktisi bisnis Khairul Mahalli yang ditemui secara terpisah mengakui perkembangan bisnis di bilangan Jalan Ringroad semakin melejit. Lihat saja aneka toko berlantai dibangun megah. Sejumlah produk dan barang kebutuhan tersedia di sana.
Lihat saja kawasan ini dan sekitarnya) tampaknya terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan bisnis yang sangat strategis di kota Medan.
Tak heran sejumlah pusat kuliner seperti kafe modern, hotel, restoran waralaba internasional, warung kopi, hingga pusat perbelanjaan seperti Ringroad Citywalk, tetap menjadi daya tarik tersendiri.
"Apalagi di kawasan ini ada toko tempat berkumpulnya UMKM. Sektor usaha ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat di kota Medan," pungkas Mahalli yang juga Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Sekjen FORMAS dan Ketua Umum ASDEKI.(tiar)

