Philipus B Sundi,ST : Pi Network sebagai Proyek Mata Uang Digital Siap Perluas Jaringan Keuangan Seluruh Dunia
Medan I Gebrak24.com - Pengamat teknologi digital, Philipus B Sundi,ST memprediksikan Pi Network sebagai proyek mata uang digital siap memperluas jaringan keuangan ke seluruh dunia ditandai dengan terus memantapkan infrastrukturnya.
"Pi Network dalam lanskap keuangan global. Kita meyakini Pi Network memperluas integrasinya ke dalam ekosistem keuangan global melalui adopsi standar kepatuhan internasional dan partisipasi dalam konsorsium teknologi", katanya saat berbicara kepada media ini melalui telepon selular dari Kaltim, Sabtu 3/10/2026.
Philipus yang juga Ketua Yayasan Rumah Pi Nusantara (YRPN) Penajam Pasir Utara Kalimantan Timur (Kaltim) ini menyebutkan menurut informasi "ratusan industri keuangan" lebih bersifat persiapan kepatuhan dan adopsi utilitas daripada kemitraan langsung.
"Jaringan Pi yang memiliki sekitar 50 juta pengguna atau pioneer mengumumkan rencana untuk sepenuhnya mematuhi protokol informasi keuangan internasional ISO 20022 Penelitian bahwa Pi Network memang fokus beralih ke Utilitas dunia," ungkap Philipus.
Seperti diinformasikan Coinfomania Pi Networknews Jaringan Pi melakukan lompatan kolosal dalam keuangan dunia. Pi akan dapat berfungsi sebagai mata uang digital resmi dalam pembayaran internasional mulai 22 November 2025.
Perubahan ini lanjut Philipus memperkenalkan Pi sebagai salah satu cryptocurrency berbasis komunitas yang pionir untuk mendapatkan pengakuan resmi di seluruh dunia. Situs tersebut menekankan tugas Pi dalam pembayaran lintas batas dan kompatibilitasnya dengan ISO 20022. Bukankah puluhan juta Pioneer di seluruh dunia tambah bersemangat.
Seperti diketahui sebelumnya katanya Tim Inti Pi juga telah merencanakan jalannya menjadi tiga tahap yang berbeda, yaitu, periode sebelum November 2025, aktivasi ISO 20022 pada 22 November, dan fase adopsi pasca peluncuran. Tanggal 22 November 2025, sangat penting karena merupakan hari terakhir migrasi dunia ke ISO 20022 oleh bank dan jaringan keuangan. Setelah pencapaian ini, Pi ingin meluncurkan alat pembayaran lintas batas yang dapat secara resmi diketahui oleh pemerintah.
Philipus yang juga Ketua KPIG Medan ini menyatakan yang menggembirakan lagi adalah PI Network menjalin kerja sama strategis dengan Open Standard pada akhir September 2026 untuk mengeksplorasi integrasi imbalan dan utilitas Open USD (OUSD), sebuah stablecoin yang dikelola mitra sebagai infrastruktur terbukti
"Seperti kita ketahui standar stablecoin di dunia kini telah bertransformasi dari dari sekadar aset kripto biasa menjadi instrument pembayaran yang diatur dengan standar setara perbankan (payments-grade rules)," jelas Philipus, Alumni Fakultas Tehnik UMSU Medan.
.Tak hanya itu lanjutnya standarisasi global itu didorong oleh lembaga supranasional Financial Stability Board (FSB), IOSCO, dan FATF untuk memitigasi risiko sistemik dan melindungi konsumen
Menyinggung tentang transaksi GCV pada 13 Oktober 2026, Philipus mengatakan meski transaksi GCV ini masih terbatas, namun dia memper silakan saja pioneer melakukan transaksi dengan baik semoga bisa berhasil gemilang.(tiar)

