BREAKING NEWS

Kurangi Debu di Musim Kemarau, PT. Agrinas Palma Nusantara KSO PT. Tiga Raja Mas Lakukan Penyiraman Jalan


Indragiri Hulu I Gebra24.com – Memasuki periode musim kemarau di awal tahun 2026, tantangan lingkungan mulai membayangi kesehatan masyarakat di berbagai pelosok daerah. Salah satu keluhan utama yang muncul adalah tingginya polusi debu jalanan, terutama di kawasan pemukiman yang berdekatan dengan akses mobilitas kendaraan berat. Menanggapi situasi ini, PT. Agrinas Palma Nusantara KSO PT. Tiga Raja Mas menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kualitas hidup warga melalui aksi penyiraman jalan lingkungan secara intensif.

Aksi kepedulian ini difokuskan di Dusun Kayu Kawan, Desa Sungai Akar, Indragiri Hulu. Dengan mengerahkan armada mobil tangki air perusahaan, PT. Tiga Raja Mas melakukan penyiraman berkala di ruas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga setiap hari. Langkah ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan sebuah upaya preventif untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan yang kerap mengincar kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia akibat paparan debu yang berlebihan.

Direktur PT. Tiga Raja Mas, Zaidi, menegaskan bahwa operasional perusahaan harus berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat sekitar. “Musim kemarau identik dengan debu yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Penyiraman jalan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami agar aktivitas warga tetap nyaman dan lingkungan tetap terjaga,” ujar Zaidi pada Rabu, 28 Januari 2026. Beliau menambahkan bahwa filosofi perusahaan adalah "tumbuh bersama masyarakat," di mana manfaat sosial harus dirasakan langsung oleh warga di wilayah operasional.

Fenomena tanggung jawab sosial ini menarik perhatian tokoh pers nasional dan aktivis kemanusiaan, Wilson Lalengke. Sebagai sosok yang kerap vokal mengkritik ketidakadilan aparat dan korporasi, kali ini Ketua Umum PPWI ini memberikan pandangan positif terhadap langkah yang diambil oleh PT. Tiga Raja Mas.

Wilson Lalengke menyatakan bahwa ia sangat menghargai upaya perusahaan dalam menjaga lingkungan yang baik dan bersih demi menjamin kesehatan masyarakat. Menurutnya, tindakan sederhana seperti penyiraman jalan merupakan bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia paling dasar, yaitu hak untuk menghirup udara bersih dan hidup di lingkungan yang sehat.

"Saya memberikan apresiasi tinggi atas apa yang dilakukan oleh perusahaan ini. Di saat banyak korporasi hanya fokus pada pengerukan laba, PT. Tiga Raja Mas menunjukkan nurani dengan memperhatikan dampak debu terhadap kesehatan warga. Ini adalah bentuk komitmen lingkungan yang patut dicontoh. Perusahaan yang menjaga lingkungan berarti juga menjaga martabat manusia yang tinggal di sekitarnya," ungkap Wilson Lalengke, Rabu, 28 Januari 2026.

Apresiasi juga mengalir deras dari warga yang merasakan dampak langsung. Opung Leoni boru Manurung, salah satu warga setempat, mengakui bahwa musim panas biasanya menjadi momok karena debu yang sangat tebal. "Dengan adanya penyiraman ini, jalan jadi lebih nyaman dan tidak terlalu berdebu. Kami berterima kasih kepada PT. Tiga Raja Mas," ucapnya dengan penuh syukur.

Bagi warga, kehadiran tangki air perusahaan di depan rumah mereka adalah simbol bahwa perusahaan hadir tidak hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi sebagai tetangga yang peduli. Keinginan warga agar kegiatan ini dilakukan secara berkala menunjukkan betapa krusialnya peran swasta dalam mengisi celah pelayanan lingkungan yang mungkin luput dari jangkauan pemerintah daerah.

Secara filosofis, tindakan PT. Agrinas Palma Nusantara KSO PT. Tiga Raja Mas mencerminkan etika Utilitarianisme yang tepat sasaran, menghasilkan manfaat nyata bagi orang banyak. Sebagaimana sering ditekankan oleh Wilson Lalengke dalam berbagai diskusinya, profesionalisme dalam bidang apa pun, termasuk industri, harus didasari oleh logika berpikir yang sehat dan empati kemanusiaan.

Keputusan perusahaan untuk tidak "menunggu dikeluhkan" sebelum bertindak menunjukkan manajemen yang memiliki visi jangka panjang. Hubungan yang harmonis antara korporasi dan masyarakat adalah modal sosial yang jauh lebih berharga daripada angka di neraca keuangan. Dengan menjaga debu agar tidak masuk ke paru-paru warga, perusahaan sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan bagi reputasinya sendiri.

Melalui sinergi ini, Indragiri Hulu diharapkan dapat menjadi contoh di mana industri perkebunan dan masyarakat dapat hidup berdampingan secara sehat. Ketika debu kemarau mereda oleh guyuran air dari tangki perusahaan, di sanalah keadilan ekologis sedang dipraktikkan secara nyata. (MELY/Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image