Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Pastikan Inflasi Stabil dan Harga Cabai Merah Turun
0 menit baca
Aceh Utara I Gebra24.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara memastikan kondisi ekonomi dan laju inflasi di wilayah tersebut tetap terkendali pascabencana banjir. Tren positif ini terlihat dari stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama komoditas cabai merah yang mulai mengalami penurunan harga.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi bersama Pemerintah Pusat yang diikuti secara virtual dari Ruang Oproom, Selasa (27/1/2026).
Rapat ini dipimpin oleh Plt. Sekda Aceh Utara, Dr. (C) Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., didampingi Asisten II Muhammad Nasir, jajaran kepala dinas terkait, serta perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat Januari 2026, inflasi di Aceh Utara menunjukkan tren terkendali. Penurunan harga cabai merah keriting menjadi salah satu faktor utama yang meringankan beban masyarakat di masa pemulihan.
"Pasokan pangan, khususnya cabai merah, saat ini mencukupi karena akses distribusi yang sebelumnya terhambat banjir kini sudah membaik," ujar Jamaluddin
Data mencatat perubahan IPH cabai merah keriting berada di angka -0,5 persen dengan andil pertama sebesar -1,02 persen. Membaiknya distribusi ini berdampak langsung pada stabilitas harga pasar dan peningkatan daya beli warga
Sebagai langkah strategis pascabencana, Pemkab Aceh Utara mendorong masyarakat untuk segera memanfaatkan lahan yang tidak terdampak banjir guna memperkuat ketahanan pangan mandiri.
"Kami akan melakukan optimalisasi pada sektor perkebunan, peternakan, serta pelaku UMKM yang terdampak bencana agar roda ekonomi kembali pulih sepenuhnya," tegas Jamaluddin.
Melalui Rakornas ini, Pemkab Aceh Utara mempertegas komitmennya untuk terus memantau ketersediaan pasokan pangan dan memastikan stabilitas harga tetap terjaga di tengah tantangan pemulihan daerah
Ia juga mengimbau agar pengendalian harga dilakukan secara rutin, terutama menjelang momentum tertentu seperti meugang dan hari raya, yang biasanya memicu lonjakan harga.***
