BREAKING NEWS


 


 

Prabowo Subianto: Marhaenisme dan Perlawanan Ideologis terhadap KKN


Oleh: Martin Sembiring 

Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) bukanlah sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah perang ideologis yang berakar pada prinsip anti-liberalisme. Instruksi tegas beliau untuk mengevaluasi total jajaran direksi BUMN mencerminkan prinsip baja yang telah beliau pegang teguh dalam rekam jejak pengabdian tanpa batas bagi bangsa dan negara.

*Jiwa Marhaenisme dalam Kepemimpinan Prabowo*

Menurut Martin Sembiring, seorang tokoh Pamong Pancasila, langkah-langkah nyata Presiden saat ini menunjukkan bahwa "Jiwa Marhaenisme sedang meledak" dalam diri Prabowo. Marhaenisme di sini bermanifestasi sebagai pembelaan total terhadap rakyat kecil—kaum Marhaen—yang hak-hak ekonominya sering kali dirampas oleh elit korup. Sebagai pemimpin yang menanamkan nilai-nilai kepamongan, Prabowo menegaskan bahwa pejabat negara adalah pelayan rakyat, bukan pelayan kepentingan modal atau kelompok tertentu.

*Melawan Liberalisme: Kedaulatan di Atas Segalanya*

Sikap pengabdian tanpa batas Bapak Prabowo senantiasa dibarengi dengan konsistensi anti-liberalisme. Dalam pengelolaan negara, hal ini berarti menolak keras mentalitas liberal yang memandang jabatan publik sebagai ajang transaksi atau keuntungan pribadi (kapitalisme kroni).

Evaluasi yang menekankan pada "Watak dan Akhlak" adalah upaya fundamental untuk mengembalikan BUMN sebagai alat negara demi kemakmuran rakyat sesuai mandat konstitusi, bukan sekadar mesin pencari profit yang dikelola secara ugal-ugalan. Beliau memastikan bahwa penunjukan pejabat harus murni berdasarkan kompetensi dan integritas, bukan atas dasar balas budi politik, suku, ras, maupun agama.

*Ketegasan Tanpa Kompromi*

Prabowo memberikan peringatan keras tanpa basa-basi kepada mereka yang menyalahgunakan wewenang:

> "Kalau dia melakukan praktik-praktik yang tidak bener, menyalahgunakan wewenang, menyalahgunakan fasilitas, saya minta diganti."

Pernyataan ini merupakan tamparan keras bagi sistem liberal yang sering kali menoleransi inefisiensi dan kebocoran anggaran demi kompromi politik. Bagi Prabowo, kedaulatan nasional dimulai dari bersihnya para pengelola negara.

*Referensi Bacaan Pustaka*

  • Ideologi & Politik: Narasi Penghargaan Pengabdian Tanpa Batas: Prinsip Anti-Liberalisme dalam Pembangunan Nasional.
  • Opini Tokoh: Martin Sembiring (Pamong Pancasila): "Jiwa Marhaenisme Meledak: Membedah Watak Kepemimpinan Prabowo" (2026).
  • Kebijakan Publik: Instruksi Presiden Prabowo: Evaluasi Total Kinerja, Watak, dan Akhlak Direksi BUMN.
  • Media Massa: Kanal YouTube Masmedia & Nasional: Peringatan Keras Prabowo Lawan Korupsi di Tubuh Negara.
  • Konstitusi: UUD 1945 Pasal 33: Landasan Ekonomi Pancasila dan Penolakan terhadap Liberalisme Ekonomi. (bang).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar