2.600 ASN Aceh Utara ‘Melek’ AI, Siap Akselerasi Birokrasi Digital Lewat Program GARUDA
0 menit baca
Program ini merupakan kolaborasi global antara Microsoft Elevate dengan startup edukasi teknologi BINAR. Aceh Utara menjadi salah satu daerah yang bergerak cepat menyambut target nasional peningkatan kompetensi digital bagi 145.000 ASN di seluruh Indonesia hingga tahun 2026.
Sebagai mitra implementasi nasional (National Implementation Partner), BINAR memimpin pelaksanaan program mulai dari pengembangan kurikulum hingga penyelenggaraan pelatihan interaktif berbasis teknologi Microsoft.
Fokus utamanya adalah membantu ASN mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) guna mewujudkan birokrasi yang efisien, transparan, dan inovatif.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi birokrasi melalui penguasaan teknologi masa depan.
"Dunia bergerak secara eksponensial. Sebagai abdi negara, kita tidak cukup hanya mengikuti arus perubahan, tetapi juga harus mampu mengelola dan memanfaatkan perubahan tersebut dengan baik," ujar Jamaluddin.
Dalam sesi pelatihan, para peserta dibekali kemampuan praktis menggunakan AI generatif untuk mendukung tugas kedinasan, seperti penyusunan draf dokumen, perangkuman data, riset, hingga pembuatan materi presentasi yang profesional.
Selain aspek teknis, materi mengenai etika penggunaan AI menjadi fokus utama. Terdapat tiga prinsip fundamental yang ditekankan dalam pemanfaatan teknologi ini di lingkungan pemerintahan:
Transparansi: Penggunaan AI harus terbuka dan dapat dijelaskan guna menjaga kepercayaan publik:
1. Keadilan (Fairness): Memastikan output AI tidak diskriminatif terhadap kelompok tertentu.
2. Akuntabilitas: Menegaskan bahwa tanggung jawab akhir keputusan tetap berada pada tangan manusia sebagai pengambil kebijakan.
Program GARUDA AI for Microsoft Elevate berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan ke berbagai instansi pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator terbentuknya ekosistem birokrasi digital yang berdaya saing global demi mewujudkan Indonesia Digital Berdaulat.
3. Catatan Koreksi: Pada naskah asli Anda terdapat penyebutan "Pemerintah Kabupaten Banyumas" di bagian materi etika, namun konteks berita adalah Kabupaten Aceh Utara. Saya telah menyesuaikan fokusnya agar konsisten pada Aceh Utara sesuai konteks utama berita. (rls/red)


