BREAKING NEWS


 


 

Jacob Ereste : Mendaki Bukit Spiritual Dapat Dimulai Dari Do'a, Rasa Syukur dan Tasyakur

 


Banten I Gebrak24.com - Kesadaran, pemahaman dan penghayatan adalah penghantar untuk memasuki  wilayah spiritual  dapat seperti do'a semacam etape awal pendakian menuju puncak spiritual sebagai penegasan adanya Tuhan tempat meminta pertolongan bagi manusia. Sehingga dari etape awal pendakian spiritual dengan kesadaran, pemahaman dan penghayatan terhadap do'a yang dilakukan, bisa berlanjut pada rasa syukur atas segenap nikmat  yang disadari, dipahami dan dihayati sebagai  suatu berkah yang tiada terkira banyaknya.

Mulai dari kesehatan, kenyamanan dan kebahagiaan yang dapat dirasakan -- tidak perlu berlebihan -- dapat disadari sebagai suatu anugrah yang tidak banyak bisa dirasakan oleh orang lain. Karena itu, dalam laku spiritual yang semakin luas perambahannyaakan memperkuat sikap dan sifat hingga perilaku yang bersahaja. Sederhana, ugahari, rendah hati, tidak jumawa apalagi harus bersikap dan berlaku sombong, pamer, tinggi hati, egoistik, tamak dan kemaruk penuh nafsu keserakahan tak hanya dalam bentuk materi, tapi juga kekuasaan serta selalu ingin dihormati. 

Itulah sebabnya dalam laku spiritual sangat diperlukan untuk memiliki kesempatan melakukan tafakur. Semacam upaya melakukan koreksi diri. "Eling LAN waspodo" kata mereka yang beranjak dari spiritualitas khas spesifik  Jawa. Jika dalam tradisi komunitas yang lain sering disebut yoga. 

Tafakur maupun Yoga bisa bisa membangun kesadaran percaya adanya Tuhan. Karena do'a sebagai wujud dari permohonan itu jelas ditujukan kepada Tuhan. Pada giliran zikir dan tahmid mulai disadari untuk dilakukan, sebagai bagian dari rasa syukur yang patut untuk diekspresikan. 

Sehingga pada tahapan berikutnya bisa muncul kesadaran dari kerendahan hati    untuk selalu mengucapkan istighfar, munajat,  muhasabah untuk menundukkan diri bahwa sesungguhnya kita sebagai manusia begitu kecil dihadapan Tuhan. 

Dalam konteks seperti itulah, lafas dari  alhamdulilah sering diucapkan oleh banyak orang -- tak hanya bagi umat Islam -- untuk dapat mengekspresikan rasa syukur yang sulut dinarasikan dalam bentuk yang lain. Demikian juga untuk melakukan sesuatu acap diawali dengan bismilah (hi rahman  ni rohim) yang dapat dipahami kasih sayang Tuhan yang luas untuk semua makhluk, tanpa kecuali. Sebab bismilah itu sama seperti Alhamdu lillah, bisa diucapkan oleh siapapun.

Esensinya makna dari ucapan bismilah itu adalah do'a permohonan restu kepada Allah, sebab manusia tidak memiliki hak yang mutlak untuk menentukan sesuatu, tanpa izin Allah. 

Begitulah, laku spiritual juga sering bermunajat -- semacam curhat kepada Tuhan dengan penuh akrab dan intim dalam suasana yang khusuk dan hening. Karena itu, kaum sufi acap menyebut Tuhan sebagai kekasih.  Jadi, mendaki bukit atau gunung spiritual itu bisa dimulai dari do'a, rasa syukur dan tasyakur. Sementara zikir itu semacam lagu penghibur hati, seperti puji-puji terhadap sang kekasih hati.

Banten, 26 April 2026

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar