Engkau Datang Seperti Embun Pagi
0 menit baca
Umar A Pandrah
engkau datang bukan seperti hujan deras, lalu reda.
engkau datang seperti embun pagi di kampungku:
diam, tapi setiap pagi kutunggu ada.
matamu bukan puisi Chairil Anwar,
tajam dan berdarah.
matamu adalah meunasah tua:
tenang, dan aku pulang ke arahnya.
aku tak janji bintang,
terlalu jauh untuk kupetik.
aku janji jadi pematang
tempat kau lepas lelah,
tempat kau menitip detik
kalau rindu itu kambing lepas,
biar aku mencarinya sampai batas.
Kalau cinta itu sawah yang retak,
biar tanganku mengalirkan airnya pelan-pelan, tak berjarak.
tak perlu kau jadi sempurna,
aku pun bukan sajak indah.
cukup kau tetap di sana,
biar aku belajar mencinta tanpa lelah.
Batee Geulungku, Medio Mei 2026


