BREAKING NEWS


 


 

Gandeng Mitra, BKSDA Aceh Salurkan Ribuan Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Sekitar Rawa Singkil


Aceh Singkil I Gebrak24.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program dan Yayasan Plan Indonesia menyalurkan 2.767 paket bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Aceh Singkil, Subulussalam, dan Aceh Selatan.

Bantuan ini menyasar desa-desa yang berada di zona penyangga Suaka Margasatwa Rawa Singkil (SMRS). Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem kawasan konservasi tersebut.

Rincian Penyaluran BantuanSebanyak 2.767 paket didistribusikan ke tiga wilayah terdampak dengan rincian sebagai berikut 1.732 paket untuk tujuh desa (Pea Bumbung, Suka Makmur, Rantau Gedang, Teluk Rumbia, Takal Pasir, Siti Ambia, dan Teluk Ambun). 380 paket untuk empat desa (Panji, Longkib, Oboh, dan Siperkas). 655 paket untuk empat desa (Seuneubok Pusaka, Titi Poben, Cot Bayu, dan Lhok Raya).

Adapun bantuan yang diberikan mencakup paket kebersihan (hygiene kit), kebutuhan menstruasi (MHM), perlengkapan pertukangan, selimut, kelambu, lampu tenaga surya, hingga perlengkapan sekolah.Bantuan Berbasis Data dan InklusifSebelum distribusi, tim enumerator telah melakukan survei di 21 desa untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Fokus utama adalah kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.Kepala Seksi Wilayah II Subulussalam BKSDA Aceh, Darwin, S.Hut., MP., menekankan bahwa kesejahteraan warga di sekitar SM Rawa Singkil berkaitan erat dengan kelestarian alam.

"Desa-desa ini memiliki peran strategis. Dukungan saat krisis diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendorong praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan," ujar Darwin.

Sinergi Kemanusiaan dan LingkunganPihak Plan Indonesia juga menegaskan komitmennya pada aksi kemanusiaan yang inklusif. Melalui sinergi ini, BKSDA Aceh dan para mitra ingin menunjukkan bahwa perlindungan kawasan konservasi tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Pendekatan kolaboratif yang menggabungkan aspek sosial, kemanusiaan, dan ekologi menjadi fondasi penting dalam menjaga bentang alam bernilai tinggi bagi keanekaragaman hayati di Aceh. (rls/red). 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar