Jacob Ereste : Pembangunan Infrastruktur di Lampung Timur Yang Sangat Memperihatinkan
Jakarta I Gebrak24.com - Warga masyarakat memerlukan jembatan penyeberangan di Kali Pasir Way Bungur, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur agar dapat mempermudah mobilitas dan aktivitas antara daerah setempat. Harapan tersebut sangat mendesak, bukan hanya karena untuk kelancaran kerja dan aktivitas warga, tetapi lebih diharap tidak sampai menimbulkan korban, mengingat rawannya angkutan penyeberangan yang menggunakan perahu dalam bentuk yang seadanya itu.
Upaya penyediaan perahu penyeberangan ini pun sebagai usaha perseorangan yang memungut jasa relatif murah, namun tiada memiliki jaminan keselamatan, sekiranya terjadi kecelakaan.
Tingkat kerawanan dari penyeberangan orang dan barang ini akan lebih berbahaya ketika air Way Bungur mengalami pasang atau meluap saat musim penghujan. Dimana debit air akan sangat kuat deras menjadi ancaman yang sangat nyata membahayakan bagi jiwa dan harta manusia.
Oleh karena itu, pembangunan jembatan Kali Pasar Way Bungur, di Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur sangat mendesak bukan hanya demi pemerataan pembangunan bagi segenap warga bangsa Indonesia yang merdeka untuk menyongsong Indonesia emas pada tahun 2045, tetapi yang pasti adalah demi keselamatan dan kenyamanan segenap warga bangsa Indonesia untuk menikmati kemerdekaan di Indonesia dalam arti yang sejahtera dalam bentuk lahir dan batin.
Kecuali itu, yang jelas jembatan penyeberangan di Kali Pasir Way Bungur ini yang masih menggunakan perahu yang sangat sederhana tanpa adanya jaminan keselamatan ini merupakan fasilitas yang sangat vital bagi anak-anak yang tengah menempuh pendidikan seperti yang terlihat dalam rekaman gambar yang sengaja dibuat secara amatiran, tanpa unsur dramatisasi yang diperlukan untuk memperoleh perhatian dari semua pihak yang berkepentingan, utamanya bagi Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten Lampung Timur untuk segera mewujudkan fasilitas penyeberangan tersebut.
Berita ini dibuat setelah mendapat kiriman data dan fakta yang diterima redaksi Atlantika Institut Nusantara, pada, 8 Mei 2026 bersama dengan pembangunan di daerah tertinggal lainnya yang belum juga mendapat perhatian untuk dibangun, utamanya jalan raya penghubung yang sangat buruk dan rusak, akibat belum dilakukan pengerasan, baik dalam bentuk aspal atau semen cor yang bisa dilalui dengan nyaman dan aman dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk mengangkut hasil panen dari kebun ke kota, serta sebaliknya barang dan kebutuhan pangan yang diperlukan oleh penduduk setempat. ***
Jakarta, 8 Mei 2026


