Kericuhan Warnai Musrenbangdes Gelanggang Baro Aceh Utara, Camat Lapang: Agenda Ditunda
0 menit baca
![]() |
| Foto: Ilustrasi |
Aceh Utara I Gebrak24.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Gampong Gelanggang Baro, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (8/5/2026), berakhir ricuh. Pertemuan yang seharusnya membahas Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) 2027 tersebut terpaksa ditunda lantaran warga dan perangkat desa terlibat debat panas.
Ketegangan memuncak dipicu oleh protes warga dan Tuha Peuet (Badan Permusyawaratan Desa) terkait laporan realisasi anggaran tahun 2025 yang dipaparkan oleh pihak aparatur desa.
Camat Lapang, Muzakir, SE, mengonfirmasi penundaan tersebut demi keamanan dan kondusifitas. "Iya, benar. Musrenbangdes Gelanggang Baro ditunda sementara. Terjadi kericuhan karena perbedaan pendapat yang tajam di lapangan terkait realisasi anggaran," ujar Marzuki.
Terkait kapan agenda tersebut akan dijadwalkan ulang, Muzakir menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak desa dan instansi terkait. "Kami akan jadwalkan ulang setelah situasi kondusif. Saya harap semua pihak bisa menahan diri dan mengutamakan dialog, karena musyawarah ini untuk kepentingan masyarakat banyak," tegasnya.
Ia menyampaikan, atas nama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Lapang, berhasil memediasi perselisihan komunikasi antara Keuchik (Kepala Desa) dan Tuha Peuet (Badan Permusyawaratan Desa) Gampong Gelanggang Baro. Mediasi yang berlangsung pada Kamis, (30/4/2026), ini membuahkan kesepakatan damai demi keberlanjutan pembangunan desa.
Camat Lapang menegaskan bahwa pemanggilan kedua belah pihak dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait sumbatan komunikasi. Hasilnya, pihak desa sepakat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam waktu dekat.
"Kami Muspika memanggil kedua belah pihak (Keuchik dan Tuha 4) setelah menerima laporan masyarakat. Alhamdulillah, hasil mediasi, pihak desa sepakat melaksanakan Musrenbangdes Gelanggang Baro segera digelar," ujar Muzakir
Selain sepakat menggelar Musrenbangdes, lanjut Muzakir, Keuchik juga berkomitmen menyelesaikan kewajiban administratif. "Keuchik menyerahkan laporan realisasi anggaran tahun 2025 secara administratif kepada Tuha Peuet," tambahnya.
Lanjutnya, langkah cepat Muspika ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik demi kelancaran pembangunan desa dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat setempat.
"Konflik komunikasi adalah hal biasa, namun jangan sampai menghambat pelayanan publik. Fokus kita sekarang adalah pembangunan Gampong Gelanggang Baro agar kembali berjalan normal," tutupnya.
Musrenbangdes sendiri bertujuan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) Tahun Anggaran 2027. Pihak kecamatan berharap pelaksanaan ulang nantinya dapat berjalan lancar dan menghasilkan usulan yang berkualitas
Ketua Tuha Peut Gampong Gelanggang Baro, Junaidi, mengungkapkan bahwa sebelum pelaksanaan Musrenbang ini, pihak Keuchik (Kepala Desa) belum mampu memaparkan realisasi anggaran secara utuh.
"Kami datang ingin memastikan pertanggungjawaban anggaran 2025, tapi realisasi anggaran tidak ada. Ini tidak transparan," ujar Junaidi.
Junaidi menegaskan, pihaknya sempat menyurati Keuchik untuk meminta laporan realisasi, namun jawaban yang diterima tidak memuaskan. Padahal, dana desa senilai lebih dari Rp600 juta anggaran 2025 lalu. Realisasi tanggal darurat banjir, honor majelis taklim, posyandu,
"Padahal, anggaran sebesar Rp600 juta lebih sudah ditarik sejak September 2025 lalu, tapi saat diminta laporan, jawabannya tidak siap," keluhnya.
Keuchik Gelanggang Baro, Keuchik Muhammad menjelaskan bahwa dana tersebut akan didistribusikan ke dalam beberapa bidang strategis untuk mendorong kemandirian desa.
"Komitmen kami di 2025 adalah memastikan pembangunan desa berjalan seimbang, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga pemberdayaan masyarakat. Anggaran ini difokuskan pada tiga sektor utama," ujarnya.
Adapun rincian alokasi anggaran tersebut, meliputi Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sekitar Rp174 juta untuk peningkatan kualitas pelayanan administrasi dan operasional desa. Bidang Pembangunan Desa sebesar Rp147 juta yang difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum (infrastruktur), serta energi dan sumber daya mineral.
Kemudian Bidang Pembinaan Kemasyarakatan sebesar Rp70 juta yang dialokasikan untuk kegiatan ketertiban, keagamaan (Majelis Taklim), kepemudaan, dan penguatan kelembagaan masyarakat.
Keuchik Muhammad menegaskan bahwa penggunaan anggaran akan dilakukan secara transparan dan akuntabel demi kesejahteraan seluruh warga Gelanggang Baro. (tim/ops/red/mi).

