BREAKING NEWS


 

Kuketuk pintu waktu

 


Umar A Pandrah 

Hanya gema pulang ke dadaku,
membawa debu dari jam yang patah.

Kulontarkan nama di lorong detik,
tapi angin mengembalikan
sebagai rindu kehilangan alamat.

Di beranda usia
kursimu dingin,
kopimu telah jadi danau kenangan
tak bertepi.

Aku bawa padi menguning kemarin,
hendak kau timbang dengan senyum,
tapi banjir lebih dulu
merampas sawah dan suaramu.

Kuketuk lagi,
dengan buku-buku jari yang retak
oleh musim menunggu.
Tak ada engsel berderit,
tak ada cahaya mengintip dari celah.

Mungkin kau sedang sibuk
menyulam awan di seberang sana,
atau menanam waktu yang baru
di tanah tak mengenal duka.

Sedang aku di sini,
menjadi pengetuk setia
di pintu tak lagi punya rumah.

Tapi dengar,
jika suatu saat kau pulang
dan dapati aku telah jadi abu di ambangmu,

tahuilah:
setiap ketukanku
adalah sajak
yang tak rela
jadi luka.***
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar