BREAKING NEWS


 


 

MAA Kota Lhokseumawe Jadi Guru Tamu di SD Sukma Bangsa Panggoi

 


Lhokseumawe I Gebrak24.com - Majelis Adat Aceh  (MAA) Kota Lhokseumawe terdiri dari Ketua MAA Saifuddin Saleh, SH bersama akhyar Amnar, MP.d dari Bidang Adat Istiadat menjadi guest teacher atau guru tamu di SD Sukma Bangsa Panggoi Lhokseumawe, Rabu 6/5/2026

Kedatangan rombongan MAA Kota Lhokseumawe ini disambut Kepala SD Sukma Bangsa,.Munir,.MPd dan Guru Senior Cut Fitriyana.

"Ya, kami memberi perbekalan kepada murid SD Sukma Bangsai bertemakan "Iktibar Samudera Pasai," ujar Ketua MAA Kota Lhokseumawe, Saifuddin Saleh,SH kepada media ini, Rabu 6/5/2026.

Dia menjelaskan pembekalan tentang keagungan Samudera Pasai meliputi Ikhwal Sejarah  kelahiran Kerajaan Samudera dan Pasai, yang tergabung masa Sultan Muhammad Malikul Zahir, mulai tahun 1267, serta kunjungan Marcopolo (1292).

Selanjutnya  kunjungan Ibnu Batutah tahun 1335 dan 1336. Manjalin hubungan Internasional antara lain dengan Cina, Arab dan India. Kerajaan yang Agung ini dijelaskan sebagai Samudera yang merupakan asal-muasal nama Pulau Sumatera, penyumbang bahasa dan peradaban Melayu Nusantara.

 "Situs Budaya berupa makam raja-rajanya terdapat di Gampong Beuringen. Di sini terdapat makam terindah di Asia Tenggara yaitu Makam Putroe Nihrasiyah Khadiyu," jelas Saifuddin Saleh.

Nihrasiyah Khadiyu lanjutnya memerintah pasca Sultan Zainal Abidin awal abad XVI. Seorang Putra Samudera Pasai adalah Fatahillah atau Fadhlullah Khan 1520 memimpin pasukan Ciribon bergabung Banten menyerang Portugis di Sunda Kelapa

 Setelah merebut pelabuhan besar itu mendirikan Jaya Karta, yang kita kenal sebagai Jakarta saat ini. Artefak yang terpenting dalam sejarah Agung Samudera Pasai yaitu antara lain Lonceng Cakra Donya cinderamata dari Cina melalui tangan Laksamana  Chengho tahun 1414.

"Lonceng ini tergantung hingga sekarang di Museum Aceh, Banda Aceh. Adapun putra asal Pasai lainnya Al. Syech Syamsuddin AsSumaterany, yang dimakamkan tahun 1530 di Malaka, tidak lain dari Kadhi Malikul Wadhi Kerajaan Aceh Darussalam periode Sultan Iskandar Muda," papar Saifuddin Saleh seperti disampaikan di hadapan ratusan mirid SD Sukma Bangsa.(tiar)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar