*OPINI* Mimpi Indah Kota Mandiri Bekala: Menenun Kedaulatan di Atas Tanah Ulayat
Oleh: Ir. Martin Sembiring, S.T., M.T. PakJaras
MEDAN I Gebrak24.com – Di tengah gempuran pembangunan yang sering mencabut akar budaya, kehadiran Kota Mandiri Bekala hadir bukan sekadar deretan beton dan aspal. Ini adalah janji. Sebuah Mimpi Indah tentang bagaimana modernitas bisa berjalan beriringan dengan kelestarian alam dan kedaulatan ideologi. Kota mandiri ini adalah wujud nyata cita-cita membangun peradaban yang memanusiakan manusia melalui pengabdian tanpa batas.
*Simfoni Alam dan Kesesuaian Tata Ruang*
Mimpi indah ini berangkat dari kesadaran bahwa tanah adalah amanah. Berdasarkan rencana tata ruang, Bekala menempati posisi strategis sebagai garda terdepan resapan air yang menentukan keseimbangan hidrologis Kota Medan. Bekala tidak dirancang untuk menaklukkan alam, melainkan untuk merangkulnya sebagai penyangga kehidupan kawasan Mebidangro Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo.
Pembangunan Prasarana, Sarana, dan Utilitas PSU di Bekala Indah diselaraskan dengan fungsi kawasan sebagai spons raksasa. Tujuannya agar setiap tetes air hujan bisa kembali meresap ke tanah, sehingga kemajuan di hulu tidak berubah menjadi bencana banjir bagi masyarakat di hilir.
*Kedaulatan Air dan Standar Teknis SNI*
Kedaulatan air di Bekala dimulai dari langkah kecil kita. Komitmen terhadap resapan air diwujudkan melalui penggunaan jalan Paving Block yang memenuhi standar SNI 03-0691-1996. Pilihan teknis ini membuat infrastruktur jalan tidak kedap air, melainkan memiliki pori-pori yang memungkinkan infiltrasi.
Dengan kekuatan tekan yang terjamin Mutu A dan B, jalan lingkungan di Bekala memberikan utilitas jangka panjang yang ramah lingkungan. Ini adalah bentuk kemandirian ekologis. Sistem yang menjaga cadangan air tanah lokal tetap stabil untuk generasi mendatang tanpa bergantung pada suplai luar yang mahal dan rentan.
*Jembatan Konektivitas dan Komunitas Budaya Nusantara*
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan internal penghuni, PSU di Bekala dirancang sebagai urat nadi konektivitas wilayah. Infrastruktur jalan di sini berfungsi sebagai jalan alternatif strategis yang menghubungkan Utara ke Selatan dan Timur ke Barat.
Namun konektivitas ini tidak berhenti pada mobilitas fisik. Infrastruktur ini harus dimaknai sebagai Jembatan Komunitas Budaya Nusantara. Ruang publik di Bekala menjadi panggung interaksi bagi keberagaman etnis yang mempererat kerja sama antarwarga. Inilah wujud kota yang kooperatif, yang tidak mementingkan diri sendiri, melainkan membuka diri untuk kemajuan daerah penyangga melalui distribusi akses yang adil dan pelestarian nilai luhur Nusantara.
*Legalitas dan Keberlanjutan: Penyerahan PSU yang Akuntabel*
Kedaulatan infrastruktur tidak cukup hanya dengan membangun fisik. Kepastian hukum bagi masyarakat juga harus dijamin. Sejalan dengan prinsip kedaulatan infrastruktur permukiman, pengembang Kota Mandiri Bekala berkomitmen memenuhi standar teknis dalam proses penyerahan PSU kepada Pemerintah Daerah.
Penyerahan PSU bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah instrumen untuk memastikan pemeliharaan aset oleh negara berjalan berkelanjutan. Langkah ini mencegah terbengkalainya fasilitas publik di masa depan dan memberi jaminan kepada warga bahwa hak mereka atas lingkungan berkualitas dilindungi regulasi yang kuat dan akuntabel.
*Estetika dan Utilitas Humanis*
Dalam filsafat utilitas, nilai guna sebuah karya teknik harus menyentuh dimensi kebahagiaan spiritual manusia. Infrastruktur yang gersang dan hanya mengejar efisiensi ekonomi adalah kegagalan teknokratik yang mengabaikan aspek humaniora.
Estetika di Bekala menjadi instrumen kebahagiaan. Jaringan kabel bawah tanah yang rapi membebaskan pandangan mata, sementara fasad bangunan yang menyerap unsur lokal menjaga identitas agar tidak larut dalam arus liberalisme estetika yang seragam. Ini adalah perlawanan terhadap desain robotik, sekaligus komitmen pada nilai anti-liberalisme yang mengutamakan kepentingan kolektif dan harga diri bangsa.
*Penutup*
Mimpi indah Kota Mandiri Bekala adalah mimpi tentang keseimbangan. Sebuah kota yang modern secara teknologi, kokoh secara prasarana, patuh secara hukum, namun tetap setia pada akar budaya Nusantara. Melalui etos Pekerja Keras PakJaras dan niat pengabdian tanpa batas, Bekala bukan lagi sekadar proyek properti. Ia adalah warisan peradaban, benteng kedaulatan tempat teknologi, etika, dan hukum bersatu demi masa depan yang bermartabat.
*Referensi Utama:*
- Badan Standardisasi Nasional BSN. SNI 03-0691-1996: Bata Beton untuk Lantai.
- Peraturan Menteri PUPR No. 09/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas.
- Rencana Tata Ruang Wilayah RTRW Provinsi Sumatera Utara 2017-2037.
- Sembiring, M. 2026. _Kedaulatan Infrastruktur Permukiman: Mewujudkan Standar Teknis dalam Penyerahan PSU kepada Pemerintah_. http://Sergap24jam.com.

