Pengeboran Sawah di Lhoksukon Picu Semburan Gas dan Kobaran Api Raksasa
0 menit baca
Aceh Utara I Gebrak24.com – Fenomena alam yang mengerikan mengejutkan warga Gampong Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Sebuah aktivitas pembuatan sumur bor untuk pengairan sawah justru memicu semburan gas bercampur lumpur, disertai kobaran api raksasa setinggi kurang lebih 100 meter.
Insiden mencekam ini terjadi pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Akibat suara gemuruh yang keras dan kobaran api yang membubung tinggi, puluhan warga yang panik terpaksa langsung melarikan diri untuk mengungsi.
"Hingga saat ini, suara gemuruh dan semburan gas lumpur disertai api tingginya mencapai kurang lebih 80 meter," ujar Ali salah seorang warga setempat.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun media inj, kejadian ini bermula saat warga setempat berinisiatif melakukan pengeboran tanah. Langkah tersebut diambil guna mencari sumber air untuk mengairi lahan persawahan yang ada di area tersebut.
Aktivitas pengeboran ini sebenarnya telah mengantongi izin resmi dari perangkat Gampong Blang Reubek. Namun, situasi mendadak berubah tidak terkendali saat mata bor mencapai kedalaman tertentu.Bukan air bersih yang keluar, dari dalam lubang bor justru menyembur material lumpur dan gas cair secara masif.
Gas tersebut kemudian memicu pemantik api hingga menciptakan kobaran hebat yang menerangi langit malam, lengkap dengan suara gemuruh yang menggelegar.
Lokasi Dijaga KetatPihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Kendati demikian, radius bahaya semburan memaksa aparat bergerak cepat mengevakuasi warga yang tinggal dekat dari pusat semburan. Saat ini, tercatat 20 rumah warga dikosongkan. Sekitar 80 jiwa mengungsi ke tempat aman di luar radius bahaya.
Aparat kepolisian dari Polsek Lhoksukon kini telah memasang garis pengaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengantisipasi agar warga tidak mendekat. Pihak kepolisian juga terus melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait dan ahli geologi untuk penanganan teknis semburan gas alam tersebut. (tim/red).
Kendati demikian, radius bahaya semburan memaksa aparat bergerak cepat mengevakuasi warga yang tinggal dekat dari pusat semburan. Saat ini, tercatat 20 rumah warga dikosongkan. Sekitar 80 jiwa mengungsi ke tempat aman di luar radius bahaya.
Aparat kepolisian dari Polsek Lhoksukon kini telah memasang garis pengaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengantisipasi agar warga tidak mendekat. Pihak kepolisian juga terus melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait dan ahli geologi untuk penanganan teknis semburan gas alam tersebut. (tim/red).

