Peringatan Hari Puisi Nasional di Aceh Digelar di Kantin Taman Budaya Cukup Ramai
Banda Aceh I Gebrak24.com - Peringatan Hari Puisi Nasional di Aceh berlangsung cukup ramai dan hangat.
Kegiatan yang digagas oleh penyair Fikar W Eda ini diselenggarakan di ruang kantin Taman Budaya, sebuah ruang sederhana yang justru terasa akrab bagi para pencinta sastra.
Penyair Nasional LK Ara kepada media ini di sela kegiatan itu menyebutkan sejumlah penyair hadir dan membacakan puisi mereka, di antaranya Devie Matahari, L K Ara, Dr. Herman, Ibrahim Sembiring, Fikar W Eda, dan Rahmat Sanjaya.
Di antara mereka, penyair tertua adalah L K Ara yang kini berusia 88 tahun. Dengan penuh penghayatan, ia membacakan puisi bertema nasihat Hamzah Fansuri, tanpa teks, seolah seluruh bait telah menyatu dalam ingatan dan batinnya. Pembacaan puisi itu semakin khidmat ketika diiringi petikan gitar Rahmat Sanjaya, menciptakan suasana puitik yang menyentuh para hadirin.
Suasana terasa hidup, penuh semangat, dan memperlihatkan bahwa puisi masih memiliki ruang penting di tengah masyarakat Aceh.
Ternyata semangat berpuisi tidak pernah benar-benar padam. Ia tetap menyala, meski kadang hanya di ruang kantin sederhana, di antara gelas kopi dan percakapan yang akrab. Dari tempat seperti itulah sastra sering menemukan rumahnya—bukan di gedung megah, melainkan di hati orang-orang yang setia menjaga kata.
Hari Puisi Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan juga penegasan bahwa puisi adalah napas kebudayaan.
Di Aceh, puisi tetap hidup—dibaca, didengar, dan diwariskan. Selama masih ada orang yang percaya pada kekuatan kata, semangat itu akan terus menyala.(tiar adamy)


