BREAKING NEWS


 

Bupati Absen Audiensi HGU, Ribuan Karyawan PTPN Aceh Utara Ancam Demo Besar-besaran

 



Aceh Utara I Gebrak24.com - Pertemuan mediasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara dan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) Unit Kebun Cot Girek di Oproom Kantor Bupati pada Jumat (5/6/2026) berakhir buntu. Pasalnya, Bupati Aceh Utara tidak hadir secara langsung dan memilih diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Dayan Albar.

Sebanyak 22 perwakilan pekerja memilih walk out (keluar) dari ruang rapat karena kecewa Bupati Aceh Utara tidak hadir dalam forum yang diinisiasinya sendiri. Akibat kebuntuan ini, ribuan massa pekerja mengancam akan menggelar aksi demonstrasi jilid II dalam waktu dekat.

Pertemuan yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB tersebut sempat molor selama 1,5 jam dan baru dimulai pukul 10.30 WIB. Suasana memanas setelah pihak Sekretariat Daerah mengonfirmasi bahwa Bupati Aceh Utara telah berangkat ke Jakarta pada pagi hari untuk agenda dinas mendesak.

Perwakilan pekerja menilai ketidakhadiran kepala daerah menunjukkan ketidakseriusan Pemkab dalam menyelesaikan masalah mereka. Pekerja pun menolak berdialog dengan pejabat pengganti dan langsung meninggalkan ruangan.

Demo Ribuan Massa Sempat Ditunda
Pekerja APU PTPN IV Regional VI Unit Kebun Cot Girek, Samsuar, menyatakan bahwa pekerja sebenarnya telah menunjukkan iktikad baik. Mereka bersedia membatalkan rencana demonstrasi damai pada Kamis (4/6/2026) setelah menerima surat undangan resmi Nomor 005/776 yang ditandatangani Sekda Dayan Albar atas nama Bupati.

"Kami hadir memenuhi undangan resmi dan menunda demo karena menghargai upaya mediasi Pemkab. Namun, bupati justru tidak hadir. Kami sangat kecewa," ujar Samsuar, Jumat (5/6/2026).

Samsuar menegaskan, mediasi ini gagal menghasilkan langkah konkret karena tidak ada pembahasan substansial yang terjadi. Pihaknya kini langsung melakukan konsolidasi internal untuk mematangkan rencana aksi lanjutan.
Jika pemerintah daerah tetap tidak memberikan kepastian dan perhatian, massa pekerja yang diperkirakan mencapai 1.500 hingga 3.000 orang menyatakan siap turun ke jalan untuk menuntut hak-hak mereka.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berusaha mendapatkan keterangan resmi mengenai alasan absennya bupati dalam audiensi tersebut. (tim/red).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar