Gerakan Indonesia ASRI, Kemendagri Ajak Masyarakat Mulai Kelola Sampah dari Lingkungan Sendiri
Jakarta I Gebrak24.com — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar kegiatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dan Edukasi Pengelolaan Sampah di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda), Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah.
Mewakili Menteri Dalam Negeri, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan, persoalan sampah merupakan tantangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena perubahan dalam pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga lingkungan sekitar.
“Pengelolaan sampah adalah persoalan yang memang harus kita hadapi dan kita selesaikan bersama. Sampah adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Tomsi dalam sambutannya.
Tomsi menekankan, sesuai arahan Menteri Salam Negeri terkait pentingnya perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat, khususnya dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Ia menyebut rumah, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal sebagai titik awal perubahan tersebut.
“Kalau kita ingin melihat perubahan yang besar, kita harus berani memulainya dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan setiap hari,” katanya.
Tomsi juga menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan bagian dari upaya meneruskan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mendorong lingkungan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya masyarakat.
Direktur Jenderal (Dirjen).Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri Restuardy Daud mengatakan, kegiatan Gerakan Indonesia ASRI sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan Local Service Delivery Project (LSDP) di daerah. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki tata kelola pelayanan dasar, khususnya bidang persampahan.
“Sebagai bagian dari langkah awal pelaksanaan program, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah telah menerbitkan Radiogram Dirjen Bina Pembangunan Daerah Nomor 600.3.3/6356/Bangda tanggal 10 Agustus 2026 yang ditujukan kepada daerah peserta program,” ujar Restuardy.
Menurutnya, LSDP melibatkan 30 pemerintah daerah, terdiri atas 21 kabupaten dan 9 kota. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat daerah hingga lingkungan masyarakat, termasuk peningkatan tata kelola, penyediaan sarana pendukung, serta perubahan perilaku.
Restuardy menjelaskan, LSDP mendorong daerah beralih dari pola “kumpul, angkut, buang” menuju sistem pengelolaan yang lebih terpadu dengan mengedepankan pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Program ini juga diharapkan menghasilkan praktik baik yang dapat direplikasi oleh daerah lainnya.
Sementara itu, Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Ditjen Bina Bangda Iwan Kurniawan yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana kegiatan Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah menyampaikan, agenda ini dirancang dalam sejumlah rangkaian kegiatan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta pelajar.
Rangkaian kegiatan meliputi Gerakan Bersih Lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, talkshow, pameran inovasi teknologi persampahan, rapat koordinasi LSDP, hingga lomba bertema persampahan seperti mewarnai, pembacaan puisi, dan stand up comedy.
Pameran inovasi persampahan menghadirkan berbagai inovasi dari pemerintah daerah serta pelaku usaha dan penyedia teknologi/offtaker. Kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
“Yang kita bangun bukan hanya kesadaran untuk menjaga kebersihan, tetapi juga ekosistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Iwan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 700–800 peserta, termasuk pegawai Kemendagri, 157 perwakilan dari 30 daerah peserta LSDP, vendor teknologi dan offtaker, peserta lomba, masyarakat umum, serta media. Selain itu, sebanyak 58 anak yang terdiri atas 30 siswa SD dan 28 anak TK turut mengikuti rangkaian edukasi lingkungan.
Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Kemendagri mendorong agar kesadaran menjaga kebersihan tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, hingga menjadi kebiasaan dan budaya di tengah masyarakat. (rls/red)
