BREAKING NEWS

Kemeriahan Pawai Budaya HUT RI ke-81 di Bireuen, Warga Pelosok Tumpah Ruah hingga Lalin Macet Total

 


Bireuen I Gebrak24.com – Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sukses menggelar Pawai Budaya (Karnaval) dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026. Acara yang dimulai selepas waktu zuhur ini berlangsung meriah dan tertib meski sempat memicu kepadatan arus lalu lintas. 

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Warga dari berbagai gampong (desa) di seluruh penjuru Kabupaten Bireuen, mulai dari Kecamatan Samalanga hingga Gandapura, tumpah ruah memadati pusat Kota Bireuen. Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kemacetan di sejumlah titik.

Kepadatan tidak hanya terjadi di jalan protokol kota, tetapi juga berdampak pada jalur lintas nasional Medan-Banda Aceh serta jalur arah Selatan menuju Takengon dan Bener Meriah. Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat sudah mulai berdatangan ke Kota Bireuen sejak pukul 12.00 WIB untuk menyaksikan persiapan pawai. Banyak di antaranya yang datang memboyong keluarga menggunakan kendaraan pribadi sejak pagi hari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini melibatkan ribuan peserta. Mereka terdiri dari ratusan sekolah yang berpartisipasi lewat aksi jalan kaki, iring-iringan mobil dan sepeda hias, hingga penampilan memukau dari kelompok marching band.

Pawai Budaya tahun ini mengusung tema “Indonesia Maju, Bireuen Berjaya, Budaya Terpelihara”. Karnaval ini diikuti oleh pelajar dari berbagai tingkatan, mulai dari TK/RA, SD/MI, SLTP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, yang masing-masing menampilkan keunikan budaya serta keunggulan dari sekolah mereka.

Rute pawai dimulai (start) dari depan SMPN 1 Bireuen, bergerak menuju Simpang Empat Bireuen, melewati ruas Jalan Bireuen-Takengon, lurus ke arah Alun-alun, dan menembus Simpang Empat. Barisan peserta kemudian melanjutkan perjalanan hingga ke Simpang Cot Meurak, berputar di Simpang Meunasah Bireuen Blang Bladeh (Didong), lalu belok kanan kembali ke arah pusat kota. Iring-iringan ini berakhir (finish) di depan Pendopo Bupati Bireuen, tepatnya di jalur menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah Bireuen. 

"Kami sangat terhibur menyaksikan kreativitas para pelajar. Mereka mengenakan pakaian adat Nusantara serta menghias mobil, sepeda, hingga becak dengan nuansa khas adat Aceh dan nasional," ujar salah seorang warga yang hadir di lokasi.

Kemeriahan acara membuat masyarakat bertahan di lokasi hingga menjelang waktu magrib. Di tengah cuaca yang cukup terik, warga tetap tertib hingga rangkaian acara selesai. Sesaat setelah massa membubarkan diri, sisa-sisa sampah makanan dan minuman yang sempat tertinggal langsung dibersihkan oleh petugas bersama warga setempat agar kondisi kota kembali asri. (rj/ops/red/mi) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image