Hebat! Tanpa APBK, Perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai Resmi Dibuka
0 menit baca
Aceh Utara I Gebrak24.com – Perayaan bersejarah Milad ke-800 Kerajaan Samudera Pasai sekaligus Hari Jadi Kabupaten Aceh Utara resmi dibuka pada Senin (7/9/2026) malam. Acara yang berpusat di Lapangan Landing, depan Kantor Bupati Aceh Utara ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Utara, Bapak H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa), beserta Wakil Bupati, Bapak Tarmizi, S.I.Kom. (Teungku Panyang), Unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Utara, para tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat .
Acara pembukaan berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan pementasan drama kolosal, atraksi 50 penabuh Rapai Pasee, serta keindahan gerak 50 penari Ratoeh Jaroe.
Ketua Panitia Pelaksana, M. Jhony, S.H., dalam laporan resminya menyampaikan fakta mengejutkan sekaligus membanggakan. Perhelatan akbar berskala nasional ini sama sekali tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara.
"Seluruh operasional murni bersumber dari kontribusi para donatur, simpatisan, serta gotong royong swadaya masyarakat yang peduli terhadap marwah sejarah tanah airnya," ujar M. Jhony di hadapan, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa), Wakil Bupati Tarmizi, serta unsur Forkopimda.
Rangkaian kegiatan ini mengusung tema “Merawat Tradisi Pasai, Membangkitkan Aceh Utara Mulia” dan berlangsung selama sepekan penuh, mulai 6 hingga 13 September 2026.
Berikut adalah agenda besar yang disiapkan, yaitu Minggu, 6 September 2026 (Pra-Acara): Ziarah akbar (meuseuraya), doa, Samadiyah, dan tahlil bersama di Kompleks Makam Sultan Malikussaleh dan Makam Ratu Nahrasyiah. Dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Istimewa oleh DPRK Aceh Utara. Kemudian pada Selasa, 7 September 2026 (Acara Puncak): pembukaan Expo Pasai, deklarasi pelestarian warisan peradaban, dan malam pementasan budaya. Acara selanjutnya, 8–13 September 2026 (Kegiatan Sepekan): Seminar nasional sejarah Pasai, Festival Kuliner Tradisional (termasuk demo masak Kuah Pliek U), Festival Olahraga Tradisional, lomba Dalailul Khairat, pertunjukan seni saban malam, serta santunan kepada 800 anak yatim.
Selain sebagai wadah edukasi sejarah bagi generasi muda, acara ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi pascabanjir melalui kehadiran berbagai stan UMKM lokal.
Di akhir laporannya, M. Jhony mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mengimbau seluruh pengunjung untuk menjaga kesucian acara ini. Ia meminta masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban agar tidak ada hal yang melanggar nilai-nilai luhur Syariat Islam yang menjadi fondasi bumi peradaban Pasee. (tim/red).


