BREAKING NEWS

Pilunya Warga Tanjong Meuleuweuk, Mushala Rusak Padahal Ramadhan Sudah di Depan Mata

 


Aceh Timur I Gebra24.com — Pasca banjir yang melanda Desa Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, warga Dusun Tanjong Meuleuweuk masih berada dalam kondisi darurat. Selain kehilangan harta benda, banjir juga merusak perlengkapan ibadah dan mushala satu-satunya yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat setempat.

Di tengah keterbatasan itu, Sekolah Relawan Peduli Banjir bersama EPSON menyalurkan bantuan perlengkapan salat kepada warga Dusun Tanjong Meuleuweuk pada Minggu (1/2/2026). Bantuan berupa mukena, sajadah, sarung, serta perlengkapan ibadah lainnya menjadi secercah harapan bagi warga yang selama ini kesulitan menjalankan ibadah akibat dampak banjir.

Koordinator Sekolah Relawan Peduli Banjir menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus dukungan spiritual bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Banjir tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga sarana ibadah warga. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu mereka tetap menjalankan ibadah dengan layak, ujarnya.

Salah seorang warga Dusun Tanjong Meuleuweuk, M. Husen, mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat pascabanjir masih sangat memprihatinkan. Menurutnya, banyak perlengkapan ibadah rusak, basah, bahkan hanyut terbawa arus banjir.

"Pasca banjir, kondisi kami benar-benar darurat. Banyak perlengkapan ibadah rusak dan hanyut. Untuk salat pun kami serba keterbatasan. Bantuan perlengkapan salat ini sangat berarti bagi kami. Setidaknya, di tengah kesulitan, kami masih bisa beribadah dengan layak,"ungkap M. Husen.

Namun, persoalan terbesar yang kini dihadapi warga adalah rusaknya mushala akibat banjir. Mushala tersebut merupakan satu-satunya tempat ibadah bagi masyarakat Dusun Tanjong Meuleuweuk. Hingga kini, mushala belum dapat digunakan, sehingga aktivitas ibadah terpaksa dilakukan di tempat seadanya.

Menjelang bulan suci Ramadhan, keresahan warga semakin terasa. Mereka khawatir harus melaksanakan salat tarawih dan ibadah lainnya dalam kondisi tidak layak.

"Kami sangat berharap ada kepedulian untuk membangun kembali mushala kami. Di dusun ini, mushala adalah satu-satunya tempat ibadah masyarakat. Jangan biarkan kami melaksanakan salat tarawih di bawah tenda. Kami sangat berharap uluran tangan pemerintah dan para dermawan,"harap M. Husen dengan suara lirih.

Warga Dusun Tanjong Meuleuweuk berharap pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta para dermawan dapat segera turun tangan membantu pembangunan kembali mushala dan pemulihan kehidupan pascabanjir. Bagi mereka, mushala bukan sekadar bangunan, melainkan tempat mengadu, bersujud, dan menguatkan iman di tengah cobaan. ***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image