BREAKING NEWS


 


 

Jacob Ereste : Ulang Tahun Aktivis Yang Dimaknai Iwan Sumule Penuh dan Sarat Muatan Konsolidasi Demokrasi


Jakarta I Gebrak24.com - Rumah Konsolidasi Demokrasi,  ProDem Jl. Veteran I No. 27 Jakarta Pusat, jadi marak dihadiri sejumlah aktivis muda dari berbagai elemen untuk merayakan ulang tahun Rianda Bermawi ke-34. Rumah Demokrasi yang dibesut Iwan Sumule, Wakil Kepala  Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan juga menjabat Komisaris PT. Pupuk Indonesia.

Motto  yang tertera Markas kaum aktivis di jalan Veteran I ini, jelas menegaskan : "Perwujudan Demokrasi Harus  Hadir Dalam Setiap Kehidupan dan sampai ke piring-piring rakyat".

Naluri Iwan Sumule sebagai aktivis pergerakan, justru tampak pada momentum acara ulang tahun Rianda Bermawi yang ke 34, ditumpangi dengan konsolidasi politik pergerakan sambil berhalai balai bersama aktivis muda dari berbagai elemen masyarakat.

Artinya, jabatan publik yang telah dipegang Iwan Sumule tidak menyurutkan ghiroh perjuangan --  kalau tidak bisa disebut perlawanan -- pada apa saja yang tidak pro rakyat. Ibarat burung Bangau yang telah terbang begitu jauh, namun tetap tidak melupakan habitat perkubangan asalnya diseputar aktivis dan kaum pergerakan.

Acara ulang tahun seorang sahabat -- jika tidak bisa dikata sebagai kader binaan  Iwan Sumule, dia rumat dengan penuh cermat pada 11 Mei 2026 di Markas FroDem dengan meriah dalam suasana yang sederhana yang ditimpali  lagu-lagu karaoke kenangan tahun 1980-1990, selaras dengan usia sang tokoh yang merayakan sedang hari kebahagiaannya.

Rianda Bermawi yang berulang tahun ke-34 adalah generasi kader HMI  yang riuh dihadiri para aktivis serta kaum pergerakan yang tergabung dalam kelompok Cipayung sebagai wadah perhimpunan bersama segenap elemen pergerakan generasi muda yang ada di Indonesia. 

Jadi, pemaknaan dari acara ulang tahun generasi kaum pergerakan di Indonesia hari ini pun  telah mengalami pendalaman dalam pemahaman, adanya pejabat publik BP. Taskin yang tidak melupakan habitat asalnya dan tetap memiliki sikap konsisten terhadap aktivis dan kaum pergerakan yang memiliki sikap kritis dan tajam menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia menuju era emas tahun 2045. Ekspresi dari konsistensinya itu seperti jejak langkah yang telah dilakukan Iwan Sumule sebelumnya yang fokus pada program pengentasan kemiskinan dan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pesan yang penuh makna dari pengantar Iwan Sumule membuka acara ulang tahun ini adalah tentang "kesabaran revolusioner"  yang berlanjut pada pembacaan tiga buah puisi  Bambang Isti Nugroho, yang lebih dikenal sebagai aktivis 1978 yang berhaluan sosialis  sejak di Yogyakarta dan sempat mendekam dalam penjara Orde Baru di LP Wirogunan.

Penyair yang akan membacakan antologi puisinya dalan waktu dekat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta ini, kata Iwan Sumule. 

Puisi pertama yang dibacakan Bambang Isti Nugroho adakah berjudul "Anjing-anjing Satir sebagai penjaga sosialisme di Indonesia ini khusus dipersembahkan kepada Iwan Sumule dan Rachman Tolleng, dedengkot dan tokoh sosialis Indonesia yang selalu terkesan bersembunyi dalam senyap. 

Usai pembacaan tiga buah puisi yang langsung dari penulisnya ini, kedan dan pesan dari sahabat Rianda Bermawi yang tengah berulang tahun dari Risman dan jawab-kawan lainnya. Suasana canda dan keceriaan pun memenuhi hampir sepanjang acara berlangsung. Hingga asal tempat kelahiran Rianda Bermawi dari Bacan, meyakinkan bahwa kelak reputasi politik Rianda akan cerah seperti popularitas batu akik dari Bacan yang pernah viral dan mendominasi perbatuan akik di Tanah Air kita.

Tausiah pamungkas untuk acara ulang tahun bernuansa kaderisasi politik ini dipercayakan Iwan Sumule kepada Penasehat Spiritual Joko Widodo sejak sebelum menjadi Walikota Solo, hingga Gubernur DKI Jakarta dan Presiden Republik Indonesia. Karena itu, kata Iwan Sumule sangar relevan untuk mendengar tausiah pamungkas dari Sri Eko Sriyanto Galgendu yang kini lebih dikenal sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara.

Sehingga acara ulang tahun jadi terkesan penuh hikmat dalam perspektif aktivis dan kaum pergerakan, setidaknya dalam konsolidasi demokrasi yang tetap konsisten dan terjaga dalam kesadaran aktivis yang cukup matang seperti Iwan Sumule dalam sikapnya yang  ugahari sungguh meyakinkan bahwa iklim demokrasi di Indonesia tetap akan terjaga. Apalagi untuk acara serupa -- konsolidasi demokrasi -- akan terus berlanjut dan terjaga dalam bentuk dan kemasan yang sederhana, namun penuh dan padat makna. 

Lingkaran I Istana, 11 Mei 2026

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar