Buku “Bila Penyair Asia Menyaksikan Aceh" Diterbitkan Untuk Menyambut Peserta PPN XIV di Aceh
Banda Aceh I Gebrak24.com — Menyambut pelaksanaan Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang berlangsung di Aceh, sastrawan senior Aceh, L K Ara, menerbitkan buku dwibahasa berjudul "Bila Penyair Asia Menyaksikan Aceh (When Asian Poets Witness Aceh).
"Ya, saya menerbitkan buku dwibahasa berjudul Bila Penyair Asia Menyaksikan Aceh", ujar LK Ara kepada awak media ini melalui telepon selular, Sabtu 6/6/2026.
Buku ini katanya disiapkan sebagai cendera mata intelektual dan kultural bagi para penyair, budayawan, akademisi, serta tamu dari berbagai daerah maupun tamu negara yang menghadiri PPN XIV di Aceh.
Melalui puisi, catatan budaya, dan refleksi sejarah, buku tersebut menghadirkan wajah Aceh sebagai negeri yang kaya tradisi, memiliki sejarah panjang peradaban Islam, serta menyimpan warisan sastra yang kuat.
Dalam buku ini, L K Ara mengajak para pembaca menelusuri jejak Aceh melalui perspektif kepenyairan Asia. Aceh tidak hanya ditampilkan sebagai wilayah geografis, tetapi juga sebagai ruang ingatan, peradaban, dan spiritualitas yang telah melahirkan banyak tokoh, karya sastra, serta nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Penerbitan buku ini sejalan dengan semangat PPN XIV yang menjadikan Aceh sebagai ruang perjumpaan para penyair Nusantara dan mancanegara untuk mempererat persaudaraan budaya.
"Termasuk memperkaya khazanah sastra, serta memperkuat posisi sastra sebagai bagian penting dari identitas bangsa. PPN XIV sendiri diselenggarakan di Aceh dengan mempertemukan penyair dari berbagai daerah Indonesia dan negara serumpun," papar LK Ara.
Dengan hadirnya buku Bila Penyair Asia Menyaksikan Aceh, para tamu diharapkan memperoleh gambaran yang lebih mendalam tentang Aceh sebagai Serambi Mekkah, tanah yang tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga terus melahirkan karya-karya sastra yang menjembatani dialog antarbangsa.
Buku ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para peserta PPN XIV, serta kontribusi L K Ara dalam memperkenalkan Aceh kepada dunia melalui bahasa puisi dan kebudayaan.(Bachtiar Adamy)

