BREAKING NEWS


 

Jembatan Gantung Aceh Utara Rampung Direhab, Akses Dua Kecamatan Kembali Lancar

 


‎Aceh Utara I Gebrak24.com - Jembatan gantung perintis yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera di Gampong Teungoh, Kabupaten Aceh Utara, telah rampung direhabilitasi. Perbaikan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan akses tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Selasa (9/6/2026). 

‎Panglima Kodam Iskandar Muda, Joko Hadi Susilo, mengatakan rehabilitasi jembatan dilakukan selama 45 hari dengan melibatkan 75 personel gabungan yang terdiri dari TNI, serta masyarakat setempat.

‎“Proses rehabilitasi berlangsung selama 45 hari oleh 75 petugas yang melibatkan TNI, dan masyarakat setempat,” ujar Pangdam.

‎Menurutnya, program pembangunan dan rehabilitasi jembatan merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung konektivitas wilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan akses transportasi yang layak dan aman.

‎Secara keseluruhan, TNI AD telah membangun 307 titik jembatan di Aceh yang terdiri atas jembatan bailey, jembatan perintis atau gantung, serta jembatan aramco. Dari jumlah tersebut, sebanyak 151 titik telah selesai dikerjakan, sementara 136 titik lainnya masih dalam tahap pembangunan di berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D.S., menyampaikan bahwa jembatan gantung di Gampong Teungoh sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Jembatan perintis yang pertama kali dibangun pada tahun 1995 tersebut mulai mengalami penurunan kondisi setelah digunakan selama sekitar 20 tahun.

Sejak tahun 2015, gelagar lantai yang terbuat dari kayu mulai lapuk, sementara pagar pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan juga mengalami kerusakan, sehingga membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas.

‎Rehabilitasi jembatan dimulai pada 21 April 2026 dan dilaksanakan secara serentak di 18 titik wilayah teritorial Kodim 0103/Aceh Utara. Pekerjaan yang dilakukan meliputi penggantian gelagar jembatan serta penambahan sling penguat guna meningkatkan stabilitas jembatan agar tidak bergoyang saat dilintasi.

‎Jembatan yang direhabilitasi memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter dan mampu menahan beban hingga satu ton. Sementara itu, pilon atau menara penyangga jembatan memiliki tinggi sekitar enam meter.

‎Pangdam menegaskan bahwa jembatan tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Dengan rampungnya rehabilitasi, akses masyarakat antara Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi warga di kedua wilayah tersebut. ***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image