Ngopi Bareng: Revitalisasi Pengurus, ASPRUMNAS Sumut Soroti Proyek MBR & 3 Juta Rumah Prabowo
Medan I Gebrak24.com – DPW Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Nasional (ASPRUMNAS) Sumatera Utara menggelar acara “Ngopi Bareng” pada Minggu, 7 Juni 2026. Bertempat di Kereta Api Cafe, Medan, acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri langsung Ketua Umum DPP ASPRUMNAS *M. Syawali, P, SE, MM*, bersama pengurus DPW, DPD ASPRUMNAS se-Sumatera Utara, serta notaris rekanan.
Meski dikemas santai dan penuh keakraban, forum kopi darat ini membahas agenda krusial bagi masa depan penyediaan perumahan rakyat di Sumut, sejalan dengan target nasional pemerintah.
*Arahan Strategis Ketum DPP: Revitalisasi dan Program 3 Juta Rumah*
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP ASPRUMNAS M. Syawali, P, SE, MM menegaskan pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi momentum revitalisasi kepengurusan agar mesin organisasi DPW Sumut berjalan optimal.
Beliau menyoroti peran vital pengurus, termasuk sekretaris, untuk membuat roda organisasi bergerak lebih agresif dan terarah. Penguatan internal ini dinilai mutlak untuk merespons target besar pemerintah.
> “Gerakan dari DPW Sumatera Utara ini sangat penting, karena ini program andalan Presiden Prabowo, yakni pembangunan 3 juta unit rumah per tahun,” tegas M. Syawali, P, SE, MM di hadapan peserta.
Arahan ini menjadi pemacu semangat bagi anggota ASPRUMNAS Sumut merapatkan barisan demi memastikan ketersediaan hunian sesuai target nasional.
*Evaluasi Kendala Layanan Perumahan*
Menyambut arahan Ketum, Pengurus DPW ASPRUMNAS Sumut Rudolf Naibaho memanfaatkan momen ini sebagai evaluasi lapangan.
> “Kopdar ini kesempatan strategis untuk evaluasi kepengurusan. Kita harus jujur membedah kendala yang selama ini menghambat pelayanan ke rakyat, khususnya di sektor pengembangan dan pemasaran perumahan,” jelas Rudolf.
Lewat diskusi terbuka, para pengembang berupaya mencari solusi atas hambatan birokrasi dan operasional agar akselerasi hunian masyarakat berjalan maksimal.
*Tolak Penurunan Mutu dan Peringatan “Alergi SNI”*
Meski mengejar kuantitas 3 juta rumah, forum menegaskan menolak penurunan kualitas. Ketua DPD ASPRUMNAS Asahan H. Alfan Sitorus mengingatkan agar spesifikasi fisik, khususnya PSU untuk MBR, tidak dikompromikan.
> “Mutlak harus dipertahankan kualitas PSU untuk perumahan MBR. Termasuk standar penggunaan paving block agar rakyat mendapat infrastruktur layak dan tahan lama,” ujar H. Alfan Sitorus.
Forum juga mengkritisi fenomena “Alergi SNI” di industri properti. ASPRUMNAS membedah modus “Merampok Negara Pakai Kertas” lewat skandal *“Lab di Balik Meja”*. Praktik ini diduga merekayasa sampel uji _golden sample_ untuk meloloskan pencairan dana 100%, padahal material terpasang di bawah standar. Akibatnya muncul monumen kegagalan fisik seperti jalan paving cepat remuk dan drainase ambruk yang memicu banjir di permukiman warga.
*Mendorong Resolusi Tata Kelola*
Menanggapi temuan ini, ASPRUMNAS Sumut mendorong tata kelola infrastruktur lebih ketat. Integritas teknis harus diutamakan di atas kelengkapan administrasi.
Ke depan, forum mengusulkan pembuktian mutu lewat uji petik merusak di lapangan seperti _Hammer Test_ acak, penegakan rantai kustodi lab independen terakreditasi, serta _blacklist_ terpadu untuk oknum pemakai material non-SNI.
Melalui silaturahmi ini, ASPRUMNAS Sumut mengukuhkan komitmen: mendukung penuh program 3 juta rumah pemerintah tanpa mengorbankan integritas pembangunan, menyelamatkan uang negara, dan menjamin kualitas hidup bermartabat bagi masyarakat luas.
*HUMAS ASPRUMNAS*
*Martin Sembiring*

