Peringatan Maulid Nabi 1448 H: Kemenag Aceh Utara Luncurkan Buku Puisi & Podcast Lentera Pasee
0 menit baca
Aceh Utara I Gebrak24.com — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Utara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M secara khidmat dan meriah di halaman kantor setempat, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momen mempererat silaturahmi seluruh keluarga besar Kemenag serta meneladani kelahiran dan akhlak mulia Rasulullah saw.
Dalam rangkaian acara yang berlangsung hari itu, Kakanwil Kemenag Aceh Drs. H. Azhari, M.Si. didampingi Kepala Kemenag Aceh Utara, Fadli, S.Ag., M.Si meresmikan peluncuran buku Antologi Puisi — Literasi Madrasah Aceh Utara di Aula Kantor Kemenag. Delapan madrasah yang berkontribusi aktif menyusun buku ini yaitu: MIN 9, MIN 10, MIN 11, MIN 14, MIN 26,MIN 34, MTsN 3, serta MAN 2 Aceh Utara.
Peluncuran Podcast Lentera Pase dirangkai dengan peusijuek Kantor Sekretariat PD IPARI Aceh Utara yang dipimpin Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, yang akrab disapa Walidi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara H. Fadli, S.Ag., M.Si., para kepala seksi dan penyelenggara, Ketua Pokjaluh Aceh, unsur Muspika Lhoksukon, Kepala Lapas Kelas II B Lhoksukon, Kepala Bank Aceh Syariah KCP Lhoksukon, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara, jajaran pengurus PD IPARI Aceh Utara, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., mengapresiasi lahirnya Podcast Lentera Pase sebagai salah satu inovasi IPARI Aceh Utara dalam memanfaatkan perkembangan teknologi dan media digital.
Menurutnya, kehadiran podcast menjadi bagian dari perkembangan pola komunikasi masyarakat yang perlu dimanfaatkan secara positif, khususnya untuk menyampaikan informasi dan edukasi keagamaan.
“Podcast merupakan sebuah keniscayaan hari ini. Penyampaian pesan tidak lagi hanya melalui cara-cara konvensional, tetapi juga melalui media digital yang lebih mudah diakses dan menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar H. Azhari.
Ia menilai, media digital dapat menjadi sarana strategis bagi penyuluh agama untuk memperluas jangkauan dakwah dan memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana media ini diisi dengan konten-konten yang memberikan manfaat, pencerahan, dan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag., M.Si., turut menyampaikan apresiasi atas peluncuran Podcast Lentera Pase.
Ia berharap kehadiran podcast tersebut dapat memperkuat peran penyuluh agama yang tersebar di berbagai kecamatan di Aceh Utara, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak.
“Kita memiliki penyuluh agama yang tersebar di seluruh kecamatan. Ini tentu bisa bersinergi dengan Podcast Lentera Pase untuk menghadirkan informasi dan edukasi yang dibutuhkan masyarakat,” kata Fadli.
Ia juga berharap keberadaan sekretariat dan berbagai kegiatan IPARI ke depan dapat memberikan perubahan yang signifikan serta semakin memperkuat eksistensi penyuluh agama di Aceh Utara.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Fadli mengajak seluruh pihak, termasuk MAA, para tokoh agama, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk memberikan dukungan terhadap berbagai program IPARI.
“Semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dan memberikan dukungan. Dengan sinergi yang baik, keberadaan IPARI di Aceh Utara dapat semakin eksis dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, peringatan maulid ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah silaturahmi sekaligus momentum bagi kita untuk merefleksikan akhlak Rasulullah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Alhamdulillah, momen baik ini juga disempurnakan dengan peluncuran buku antologi puisi hasil literasi madrasah kita oleh Bapak Kakanwil.
"Peluncuran buku antologi puisi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para guru dan siswa di lingkungan Kemenag Aceh Utara untuk terus menumbuhkan budaya membaca dan menulis di lingkungan madrasah, " pungkasnya.
Ketua PD IPARI Aceh Utara, M. Ramli, M.Si., mengatakan Podcast Lentera Pase merupakan salah satu bentuk inovasi organisasi dalam mengembangkan pola komunikasi dan penyuluhan keagamaan di tengah masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi digital.
Menurutnya, nama Lentera Pase memiliki makna tersendiri. Lentera dimaknai sebagai suluh atau sumber cahaya yang diharapkan mampu menerangi dan memberikan pencerahan kepada umat.
“Lentera itu suluh, yang memberikan cahaya. Kami berharap Podcast Lentera Pase dapat menjadi salah satu media yang memberikan cahaya, pencerahan, dan manfaat bagi umat melalui informasi serta edukasi keagamaan,” ujar Ramli.
Ia menambahkan, Podcast Lentera Pase tidak hanya diarahkan sebagai media komunikasi internal organisasi, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengetahuan dan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan penyuluhan agama dengan pola yang lebih dekat dengan perkembangan zaman dan kebiasaan masyarakat saat ini,” katanya.
Prosesi launching Podcast Lentera Pase ditandai dengan pemotongan pita oleh Kakanwil Kemenag Aceh, didampingi Kakankemenag Aceh Utara, Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Kepala Lapas Kelas II B Lhoksukon, Kepala Bank Aceh Syariah KCP Lhoksukon, Ketua MAA Aceh Utara, serta sejumlah tamu undangan.
Usai prosesi peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan podcast perdana yang menghadirkan Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., sebagai narasumber.
Podcast perdana tersebut dipandu oleh Tgk. Basriadi, S.H., yang juga merupakan pengurus PD IPARI Aceh Utara. Dalam episode perdana itu, pembahasan diarahkan pada berbagai isu dan perkembangan penyuluhan serta kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Peluncuran Podcast Lentera Pase menjadi langkah baru bagi IPARI Aceh Utara dalam mengembangkan metode penyuluhan melalui platform digital. Kehadiran media tersebut diharapkan mampu menghadirkan konten yang informatif, edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui pemanfaatan media digital, para penyuluh agama diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan penyampaian pesan keagamaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat, terbuka, dan interaktif dengan masyarakat. (tim/red).

