Sampah Menumpuk Dua Hari di Kota Bireuen, Warga dan Pedagang Keluhkan Bau Busuk
Bireuen I Gebrak24.com – Masalah tumpukan sampah di kawasan pusat Kota Bireuen mulai memicu protes dari warga dan para pedagang setempat. Sudah dua hari terakhir, sampah di sejumlah titik penampungan sementara dilaporkan terbengkalai dan belum diangkut oleh petugas kebersihan. Akibatnya, aroma busuk yang menyengat mulai menyebar dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah warga Kota Bireuen pada Kamis (24/9). Mereka menyayangkan lambatnya respons dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen dalam menangani persoalan ini.
"Kami tidak tahu pasti apa penyebabnya. Biasanya setiap pagi, petugas kebersihan bersama truk pengangkut sudah rutin mengambil sampah di sini. Namun, sudah dua hari ini sampah dibiarkan menumpuk begitu saja," ujar salah seorang pedagang ruko di kawasan jalan protokol Kota Bireuen.
Kondisi ini terasa kian ironis mengingat para pemilik rumah toko (ruko) dan pedagang setempat secara rutin membayar retribusi sampah sebesar Rp20.000 per bulan. Dana tersebut dipungut sebagai biaya pengelolaan kebersihan lingkungan toko mereka.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah berserakan di beberapa sudut kota, termasuk di jalan-jalan protokol. Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada titik pembuangan sementara yang berada dekat dengan kompleks sekolah dasar (SD). Bau menyengat yang ditimbulkan dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan para siswa yang sedang belajar.
Secara alur kerja, sampah yang dikumpulkan oleh petugas dari kawasan toko dan jalan protokol seharusnya langsung diangkut menggunakan truk sampah milik Pemkab Bireuen. Sampah-sampah tersebut kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) resmi yang berlokasi di salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Bireuen.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen belum berhasil dikonfirmasi terkait mandeknya armada pengangkut sampah dalam dua hari terakhir. Warga dan pedagang sangat berharap agar pemerintah daerah segera mengerahkan petugas guna membersihkan tumpukan sampah yang kian menumpuk tersebut. (rj/red/ops/mi)

