Jacob Ereste : Teror dan Buzzer Yang Semakin Marak dan Usil Mengganggu Konsentrasi Kita Di Media Sosial
Banten I Gebrak24.com - Sahabat dan kerabat serta relasi maupun pembaca suguhan rutin yang kami hormati, dalam dua pekan terakhir (sejak akhir April hingga dipenghujunh bulan Mei 2026), komunikasi jadi tersendat karena terus mendapat gangguan atau yang sering disebut dengan istilah teror. Tapi, toh tidak perlu dianggap masalah, sebab yang terbaik adalah menganggap semua itu adalah kelemahan dari piranti perangkat elektronik yang digunakan kalah canggih atau bahkan sudah tidak lagi untuk digunakan dalam bertarung dengan para buzzer yang lebih memiliki keunggulan untuk bertarung di medan media sosial, karena mereka pun mendapat support dana dari para boss yang menginginkan agar suasana di negeri kita terus dalam kondisi yang gaduh.
Permakluman ini perlu disampaikan, pertama karena sudah berulang kali dialami, kedua lantaran harus mengganti nomor kontak untuk 4 whatsapp yang rusak akibat terus menerus mendapat serangan seperti yang tidak beradab itu, dan ketiga mengisaratkan untuk menghadapi "Operasi Kodok" memang sedang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan massif untuk kita dihadapi secara lebih bijak.
Artinya, sinyalemen sedang dilakukannya operssi kodok, semakin meyakinkan sedang dilakukan. Karena perlu lebih waspada dengan meningkatkan sikap kritis serta kehati-hatian. Sebab operasi kodok dapat pasti sedang mencari tumbal. Sehingga perhatian kita bisa dialihkan menginginkan untuk hal-hal yang sesungguhnya jauh lebih serius untuk menjadi perhatian kita.
Fenomena dari terus menanjaknya nilai dollar terhadap rupiah yang terkesan dilakukan pembiaran, pemadaman listrik secara total di seluruh pulau Sumstra, seperti untuk melupakan bahwa tekanan kebutuhan ekonomi kita sebagai rakyat perlu disikapi lebih dingin agar tidak sampai menimbulkan kegaduhan.
Demikian juga dangan fenomena banyaknya buzzer yang memenuhi halaman sajian semua media sosial berbasis internet bisa disikapi dengan cara yang lebih bijak. Setidaknya tidak perlu sampai terjebak dalam perangkap mereka yang tampak sedang mengail di air keruh.
Oleh karena itu, jika komunikasi kita jadi tersendat dan terkesan lambat, atau bahkan jadi menambah kebingungan karena harus berganti nomor kontak, mohan dipahami agar tidak sampai menambah ketegangan yang tidak kita perlukan. Seban sebagai jurnalis freelance maupun penulus lepas, kita sungguh memerlukan ketenangan. Kendati dalam kondisi yang serba memorihatinkan.
Banten, 23 Mei 2026

