BREAKING NEWS

 


Sekolah Lapang Gempa-Tsunami Digelar di Aceh Utara, Bupati: Siapkan Warga Hadapi Berbagai Ancaman Bencana


Aceh Utara I Gebrak24.com -  Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana melalui pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) serta Pengurangan Risiko Bencana, Rabu (23/9/2026) di Aula Kantor Bupati Aceh Utara. Kegiatan dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Aceh Utara, Muhammad Nasir, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati.

Mengusung tema "Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Multi-Bahaya untuk Mewujudkan Masyarakat Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045", kegiatan ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari perwakilan BPBD Aceh Utara, perwakilan Gampong Lagang, Gampong Lancang Barat, Gampong Keude Bungkah, Gampong Kuta Lhoksukon, serta unsur Muspika Kecamatan Lhoksukon.

Dalam arahannya, Muhammad Nasir menegaskan kegiatan ini sangat krusial mengingat Aceh Utara merupakan wilayah rawan berbagai ancaman bencana gempa bumi, tsunami, banjir, hingga longsor.


"Bencana dapat terjadi kapan saja. Kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah bencana terjadi, melainkan harus dipersiapkan sejak dini melalui pengetahuan, latihan, kesadaran, dan kemampuan bertindak cepat dan tepat," ujar Nasir.

Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana, kemampuan mengenali peringatan dini, keterampilan evakuasi dan penyelamatan diri, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, aparatur gampong, warga, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Masyarakat yang tangguh bukanlah yang bebas dari bencana, melainkan yang memahami risikonya, tahu apa yang harus dilakukan, mampu menyelamatkan diri dan sesama, serta mampu bangkit dan pulih pascabencana," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akan terus mendorong edukasi kebencanaan, penguatan sistem peringatan dini, penetapan jalur evakuasi, serta kerja sama lintas pihak. Nasir berharap ilmu yang didapat disebarkan kembali ke keluarga, gampong, sekolah, dan lingkungan masing-masing, sehingga kesiapsiagaan bencana menjadi budaya sehari-hari.

Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami 2026 merupakan prioritas kerja nasional. Pelaksanaannya berjalan berkolaborasi antara Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Besar, BPBD Aceh Utara, dan Pemerintah Daerah.

Abdi Jihad, Koordinator Operasional Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Besar, menjelaskan peserta berasal dari empat kecamatan: Muara Batu, Sawang, Lhokseumawe, dan Dewantara. Jumlah peserta saat ini 50 orang, sedangkan target keseluruhan mencapai 150 orang.

"Kegiatan lanjutan akan digelar di SMAN 3 Lhoksukon, dengan sosialisasi serupa kepada para siswa guna melengkapi target tersebut," kata Abdi Jihad.

Secara keseluruhan, lanjut Abdi Jihad, bahwa program ini berlangsung di lima wilayah Aceh pada tahun 2026: Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Timur.

"Tujuannya agar masyarakat tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi mampu bertindak cepat, tepat, dan menyelamatkan diri saat situasi darurat terjadi," pungkasnya. (tim/red). 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image