Milad ke-57, Rektor UIN Lhokseumawe: Kampus Cetak Lulusan Fleksibel bak Tanah Liat, Bukan Batu Bata
Lhokseumawe I Gebrak24.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Ismail Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menegaskan pentingnya perguruan tinggi melahirkan generasi yang adaptif dan kreatif. Ia mengibaratkan peran kampus seperti pencetak tanah liat yang fleksibel, bukan pencetak batu bata yang kaku.
Hal tersebut disampaikan Danial dalam temu pers peringatan Milad ke-57 kampus setempat yang dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban” di Gedung Lab Center, Jumat (12/6/2026).
Menurut Danial, filosofi "batu bata" menggambarkan hasil cetakan kaku berdaya fungsi tunggal yang sulit menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Sebaliknya, filosofi "tanah liat" melambangkan fleksibilitas dan ketahanan tinggi.
"Kampus itu bukan mencetak batu bata, tapi mencetak tanah liat. Jika kita mencetak tanah liat yang berkualitas, maka lulusan kita akan siap menjadi apa saja yang dibutuhkan oleh zaman," ujar Danial, Jumat (12/6/2026).
Ia menambahkan, tantangan dunia kerja di era digital bergerak sangat cepat sehingga mahasiswa tidak boleh terpaku pada satu keahlian monoton. Kampus bertanggung jawab memberikan fondasi karakter dan keterampilan dasar yang kuat agar alumni memiliki daya lentur (agility) yang tinggi.
"Mereka bisa menjadi pemimpin, inovator, maupun penggerak masyarakat yang adaptif," pungkasnya.
FGD yang dimulai sejak pukul 10.45 WIB ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika untuk merancang arah masa depan lembaga. Agenda strategis ini bertujuan merumuskan langkah konkret dalam menjaga sekaligus meningkatkan mutu pendidikan kampus.
Selain fokus pada aspek akademik, forum ini juga menekankan kontribusi nyata lembaga terhadap kemajuan peradaban masyarakat luas.
Melalui diskusi terarah ini, Rektor Danial berharap seluruh lini di kampus dapat saling bersinergi melahirkan inovasi program kerja yang relevan dengan tantangan zaman. (tim/red)

